Ban mobil bocor bisa terjadi kapan saja dan berisiko membahayakan keselamatan saat berkendara. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti tertusuk benda tajam, ban yang sudah retak, velg bermasalah, hingga lubang angin yang rusak.
Jika terjadi di tengah perjalanan, ban bocor perlu segera ditangani agar perjalanan tetap aman. Salah satu langkah yang sering diperlukan adalah ganti ban mobil, terutama jika kebocoran tidak bisa ditambal. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi ban mobil bocor di jalan hingga berbagai penyebab yang perlu diwaspadai, simak artikel ini sampai selesai.
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Ban Mobil Bocor?
Ban mobil bocor bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Jika tetap dipaksakan berjalan, ban bisa semakin rusak, kendaraan sulit dikendalikan, hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Maka dari itu, saat ban mobil bocor, pengemudi perlu segera mengambil langkah yang tepat dan aman. Untuk menghindari bahaya yang lebih besar, berikut beberapa hal yang harus dilakukan ketika ban mobil bocor:
1. Menepikan Mobil ke Tempat yang Aman
Agar mobil tetap stabil, kurangi kecepatan secara perlahan dan jaga setir tetap lurus. Setelah itu, menepilah ke tempat yang aman dengan kondisi jalan datar dan tidak miring. Saat mobil sudah berhenti, matikan mesin lalu nyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan bagi pengendara lain.
Jika perlu, pasang segitiga pengaman agar mobil mudah terlihat. Pastikan rem tangan terkunci dan posisi transmisi berada di P untuk mobil otomatis atau R untuk mobil manual supaya mobil tidak bergerak.
2. Persiapkan Alat-Alat yang Diperlukan
Siapkan semua alat yang dibutuhkan sebelum mulai, seperti dongkrak, kunci roda, dan ban serep. Pastikan tidak ada penumpang di dalam mobil agar proses penggantian lebih aman.
Apabila Anda berkendara sendirian, pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci saat melakukan penggantian ban demi menjaga keamanan barang bawaan.
Kemudian, tempatkan dongkrak pada bagian yang memang dirancang untuk menahan beban mobil, lalu angkat perlahan sampai ban bisa dilepas. Jika Anda membawa perlengkapan tambal ban, gunakan sesuai langkah yang dianjurkan agar kebocoran bisa ditangani sementara.
3. Memeriksa Sumber Kebocoran Ban
Langkah berikutnya adalah menemukan titik kebocoran pada ban. Anda dapat menggunakan air sabun dan memperhatikan bagian ban yang mengeluarkan gelembung. Jika lubangnya kecil, ban masih bisa ditambal menggunakan kit tambal ban.
Bersihkan area sekitar lubang terlebih dahulu agar tambalan menempel dengan baik dan tidak mudah bocor kembali. Dengan cara ini, sumber kebocoran dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Setelah ban ditambal, isi kembali tekanan angin sesuai dengan standar yang direkomendasikan pabrikan mobil.
Baca juga: Penasaran Apa Arti Kode Ban Mobil? Begini Cara Membacanya
4. Mengganti Ban dengan Ban Serep untuk Kebocoran yang Besar
Jika ban mobil bocor dan tidak bisa ditambal, solusi paling aman adalah menggantinya dengan ban serep. Proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar mobil tetap stabil dan perjalanan bisa dilanjutkan dengan tenang. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti secara terperinci:
Melepaskan Ban Serep
Pastikan mobil sudah berhenti dengan aman, rem tangan aktif, dan ban diganjal agar tidak bergerak. Sambungkan tangkai pemutar dongkrak, lalu masukkan ke skrup penurun ban serep. Putar berlawanan arah jarum jam sampai ban serep turun sepenuhnya dan bisa dilepaskan.
Melepaskan Bracket Pengikat Ban
Setelah ban serep menyentuh tanah, lepaskan braket atau pengikatnya dengan hati-hati. Simpan ban serep dengan posisi bagian luar menghadap ke atas agar mudah dipasang kembali. Tambahkan ganjalan secara diagonal dari ban yang bocor untuk menjaga kestabilan mobil.
Melepas Dop Roda dan Mengendorkan Mur
Gunakan ujung pipih alat pembuka untuk melepas dop roda. Setelah itu, kendorkan mur roda dengan memutar berlawanan arah jarum jam sekitar satu hingga dua putaran. posisikan handle kunci di sisi kanan agar tenaga yang digunakan lebih efektif.
Menempatkan Dongkrak di Titik yang Tepat
Letakkan dongkrak di bagian bawah mobil sesuai titik yang dianjurkan, seperti dekat rumah axle belakang. pastikan permukaan tanah keras dan rata agar dongkrak tidak bergeser. angkat mobil secukupnya sampai ban bisa dilepas dengan mudah.
Melepas Mur Roda dan Mengganti Ban
Lepaskan semua mur roda sepenuhnya, lalu angkat ban yang bocor. pasang ban serep ke posisi roda, kemudian pasang kembali mur dan kencangkan secara merata. turunkan mobil perlahan hingga ban menapak sempurna di permukaan jalan. Periksa kembali kekuatan pengencangan mur roda.
Memasang Dop Roda Kembali
Setelah mobil diturunkan, pasang kembali dop roda ke tempat semula. tekan atau ketuk ringan dengan tangan hingga dop terpasang rapat dan tidak mudah terlepas.
Tanda Ban Mobil Bocor
Ban mobil bocor sering kali bisa dikenali dari perubahan yang terasa saat berkendara. Jika tanda-tanda ini diabaikan, risiko kecelakaan bisa meningkat. Untuk mengetahui ciri-ciri ban mobil yang bocor, perhatikan beberapa poin berikut:
- Setir terasa lebih berat dan mobil cenderung menarik ke satu arah, bahkan bisa membelok sendiri secara tiba-tiba.
- Terdengar suara gemuruh atau bunyi tidak biasa dari arah roda saat mobil melaju.
- Ban terasa lebih empuk dari biasanya, tetapi mobil terasa keras dan kaku saat melewati jalan bergelombang.
- Mobil terasa lebih berat dan sulit dikendalikan karena tekanan ban menurun.
- Secara visual, ban terlihat lebih kempes dibandingkan ban lainnya.
Penyebab Ban Mobil Bocor
Ban mobil bocor tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya, baik dari faktor luar maupun kondisi ban itu sendiri. Berikut beberapa penyebab umum yang sering terjadi:
1. Terkena Objek Tajam
Ban mobil bisa bocor karena tertusuk benda tajam di jalan, seperti paku atau serpihan logam. Benda-benda ini sering tidak terlihat dan bisa langsung menusuk ban saat mobil melintas, sehingga udara di dalam ban perlahan keluar.
2. Pemasangan Ban Tidak Tepat
Saat mengganti ban, pastikan pemasangannya benar dan rapi. Bagian ban dan velg sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar menempel dengan sempurna. Jika masih kotor, udara bisa keluar perlahan dari bagian pinggir ban dan menyebabkan ban bocor halus.
3. Ban Retak Berumur
Ban yang sudah berumur dan sering dipakai akan mengalami penurunan kualitas. Karet ban menjadi keras dan mudah retak, terutama di bagian samping atau tapaknya. Retakan ini membuat udara di dalam ban keluar sedikit demi sedikit, sehingga ban terlihat kempes dan berisiko bocor jika tetap digunakan.
4. Pentil Ban Bocor
Pentil ban yang sudah aus atau terpasang tidak rapat bisa menjadi penyebab kebocoran. Mengingat bagian ini berfungsi sebagai jalur keluar masuk udara, kondisi pentil yang bermasalah membuat angin mudah keluar sehingga ban perlahan kempes.
Baca juga: Berapa Lama Masa Pakai Ban Mobil? Ini Cara Mengeceknya!
Kapan Sebaiknya Ban Mobil Harus Diganti?
Walaupun banyak kasus kebocoran ban masih bisa diperbaiki dengan tambalan, ada beberapa kondisi di mana mengganti ban menjadi pilihan paling aman. Salah satunya ketika usia ban sudah mencapai sekitar 5 tahun karena kualitas karet biasanya menurun dan lebih rentan retak.
Selain itu, ban yang sudah menempuh jarak sekitar 40.000 km umumnya mengalami keausan sehingga daya cengkeram dan kekuatannya berkurang, meski kebocorannya terlihat ringan. Berikut beberapa kondisi di mana mengganti ban adalah langkah paling tepat:
- Kebocoran terjadi di sisi samping ban: Bagian ini menahan tekanan tinggi dan tidak dirancang untuk ditambal, sehingga risiko pecah sangat besar.
- Ban mengalami kebocoran berulang: Hal ini menandakan bahwa kualitas karet sudah menurun dan tidak lagi layak digunakan.
- Permukaan ban sudah aus atau mulai retak: Meski bisa ditambal, ban yang gundul atau retak meningkatkan risiko tergelincir, terutama di jalan licin.
- Struktur dalam ban mengalami kerusakan: Kerusakan ini sering tidak terlihat dari luar, tapi bisa dirasakan saat berkendara melalui getaran atau mobil yang terasa tidak stabil.
Memaksakan penggunaan ban dalam kondisi rusak bukan hanya berbahaya, tapi juga bisa merusak komponen lain seperti velg dan suspensi mobil. Jika sudah terlihat tanda-tanda ban bocor atau aus, sebaiknya segera kunjungi toko ban mobil terdekat untuk pengecekan dan penggantian agar perjalanan tetap aman.
Percayakan Urusan Ban Mobilmu pada NAWILIS!
Ban yang sudah aus, retak, atau sering bocor bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan. Pada kondisi seperti ini, mengganti ban menjadi langkah yang wajib dilakukan.
Untuk memastikan penggantian berjalan sesuai standar terbaik, NAWILIS hadir sebagai bengkel terpercaya yang menawarkan ban Bridgestone, yaitu merek yang dikenal dengan grip stabil, daya tahan tinggi, serta performa nyaman di berbagai kondisi jalan, baik basah maupun kering.
Keunggulan Bridgestone lahir dari proses produksi yang ketat dan pengujian di berbagai medan sehingga ban lebih awet dan aman digunakan dalam jangka panjang. Di NAWILIS, setiap ban Bridgestone yang dipasang terjamin keasliannya, ditangani oleh teknisi profesional, dan disertai pengecekan kendaraan menyeluruh.
Ditambah lagi, tersedia promo All Service dengan free check spooring yang melayani penggantian ban sekaligus memastikan kaki-kaki mobil tetap presisi dan nyaman saat digunakan.
Saatnya meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara. Percayakan penggantian ban Bridgestone di NAWILIS dan nikmati promo All Service. Yuk, kunjungi NAWILIS terdekat untuk mendapatkan penanganan dari teknisi berpengalaman demi menjaga ban mobil tetap presisi!
Baca juga: Berapa Tekanan Ban Mobil yang Ideal? Ini Penjelasannya!

