Cara melepas aki mobil bukan sekadar urusan melepas kabel dan baut. Aki adalah pusat kelistrikan kendaraan sehingga kesalahan kecil bisa berakibat besar pada sistem starter maupun pengapian.
Banyak orang berpikir untuk mengganti aki mobil sendiri, tapi tanpa pengetahuan teknis yang tepat, risiko error justru lebih besar. Itulah mengapa lebih aman menyerahkan proses ini kepada teknisi bengkel yang berpengalaman.
Dengan prosedur yang benar, mobil tetap terjaga performanya dan Anda terhindar dari masalah yang tidak diinginkan.
Ingin tahu bagaimana cara melepas dan memasang aki mobil yang benar? Simak artikel ini sampai selesai untuk mendapatkan penjelasan lengkapnya.
Cara Melepas Aki Mobil
Melepas dan memasang aki mobil tidak disarankan untuk dilakukan sendiri. Sebab, prosesnya berhubungan langsung dengan sistem kelistrikan kendaraan yang sensitif.
Kesalahan dalam memahami posisi positif negatif aki mobil atau keliru menentukan urutan pelepasan terminal dapat memicu korsleting, percikan api, bahkan merusak komponen elektronik mobil.
Untuk menghindari risiko tersebut, banyak pemilik kendaraan memilih menggunakan bantuan teknisi profesional karena lebih paham bagaimana cara melepas aki mobil yang benar.
Di bengkel, mekanik akan memastikan aki memang perlu dilepas atau diganti, sekaligus memeriksa kondisi sistem kelistrikan kendaraan secara menyeluruh.
Namun, jika Anda tetap berencana melakukannya sendiri, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan agar prosesnya tetap aman. Berikut ini tips aman yang dapat Anda ikuti:
1. Pastikan Mesin dan Sistem Elektronik Dalam Keadaan Mati
Sebelum melepas aki, pastikan mesin sudah benar-benar mati dan kunci kontak tidak dalam posisi menyala. Sistem kelistrikan yang masih aktif dapat meningkatkan risiko percikan listrik saat terminal dilepaskan.
Selain itu, pastikan juga lampu, AC, dan perangkat elektronik lain sudah dalam kondisi off.
2. Pahami Posisi Positif dan Negatif Aki
Memahami posisi positif negatif aki mobil adalah hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Terminal positif biasanya ditandai dengan simbol (+), sedangkan terminal negatif bertanda (–).
Meskipun terlihat sederhana, perbedaan kedua kutub ini kerap menimbulkan kebingungan. Banyak pemilik kendaraan juga masih bertanya, sebenarnya yang tepat, pasang aki mobil positif atau negatif dulu?
Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa urutan pemasangan memang tidak boleh dianggap sepele. Tanpa pemahaman yang tepat, kesalahan pemasangan dapat berdampak pada performa kendaraan, memicu gangguan kelistrikan, bahkan menyebabkan kerusakan pada komponen tertentu.
Apabila Anda belum sepenuhnya yakin mengenai prosedur yang benar, mempertimbangkan bantuan teknisi profesional dapat membantu meminimalkan risiko yang tidak diinginkan.
Baca juga: Ini Daftar Ukuran Aki Mobil Berdasarkan Kapasitas Ampere
3. Perhatikan Urutan Pelepasan Terminal
Bukan hanya proses pemasangan, tetapi proses pelepasan aki juga perlu diperhatikan. Anda perlu memahami bahwa setiap terminal memiliki fungsi dan keterkaitan langsung dengan sistem kelistrikan mobil. Oleh karena itu, aspek keamanan dalam menentukan urutan pelepasan perlu diperhatikan dengan saksama.
4. Gunakan Alat yang Tepat dan Hindari Kontak Logam Berlebih
Gunakan kunci pas yang sesuai ukuran baut terminal agar tidak merusak komponen. Hindari menyentuhkan alat ke bagian logam lain di sekitar aki saat proses pelepasan berlangsung, karena hal tersebut dapat memicu korsleting.
Selain itu, penting juga bagi Anda untuk menggunakan sarung tangan demi mengurangi risiko cedera atau paparan kotoran dan korosi pada terminal.
5. Perhatikan Lokasi dan Bobot Aki
Tidak semua mobil menempatkan aki di bawah kap depan. Pada beberapa model, aki bisa berada di bagasi atau di bawah kursi.
Selain itu, bobot aki tergolong cukup berat, terutama jenis aki basah. Mengangkatnya tanpa posisi tangan yang stabil dapat berisiko menyebabkan cedera atau aki terjatuh.
6. Waspadai Risiko Pada Mobil Modern
Mobil keluaran terbaru umumnya sudah dilengkapi dengan berbagai sensor dan sistem elektronik canggih. Kesalahan saat melepas aki dapat menyebabkan reset sistem, hilangnya pengaturan audio, atau gangguan pada ECU.
Karena itu, meskipun tersedia berbagai panduan tentang cara melepas aki mobil yang benar maupun cara melepas dan memasang aki mobil yang benar, tetap disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan bantuan teknisi profesional.
Baca juga: Panduan Cas Aki Mobil Sendiri, Aman dan Antiribet!
Tips Perawatan Aki Mobil
Agar aki mobil tetap awet dan tidak mudah bermasalah, perawatan rutin perlu dilakukan secara konsisten. Kebiasaan sederhana dan pengecekan berkala dapat membantu menjaga kinerja aki tetap stabil. Berikut beberapa tips perawatan aki mobil yang bisa Anda terapkan:
1. Cek Tegangan Secara Berkala
Gunakan voltmeter untuk mengecek kondisi tegangan aki secara berkala. Alat ini membantu Anda mengetahui apakah daya aki masih normal atau mulai melemah.
Saat mesin mobil dalam keadaan mati, tegangan aki sebaiknya berada di kisaran 12,4 hingga 12,9 volt. Jika angkanya lebih rendah, hal tersebut bisa menjadi tanda aki perlu diperiksa atau segera diganti.
2. Bersihkan Kutub Aki dari Kotoran dan Korosi
Korosi pada kutub aki dapat menghambat aliran listrik dan membuat kinerja aki menurun. Oleh karena itu, kutub aki perlu dibersihkan secara rutin agar sambungan tetap optimal.
Anda bisa menggunakan campuran baking soda dan air untuk mengangkat kotoran serta karat, lalu keringkan kembali sebelum dipasang agar koneksi listrik tetap lancar.
3. Gunakan Mobil Secara Teratur
Mobil yang terlalu lama tidak digunakan berisiko membuat daya aki cepat menurun. Kondisi ini terjadi karena aki tetap mengalirkan listrik meski mesin mati.
Jika mobil tidak dipakai setiap hari, sebaiknya nyalakan mesin selama sekitar 10 hingga 15 menit secara berkala agar aki tetap terisi dan kondisinya terjaga.
4. Matikan Semua Aksesoris Saat Mesin Tidak Menyala
Lampu, audio, atau AC yang dibiarkan menyala saat mesin mati dapat menghabiskan daya aki. Untuk mencegah aki cepat lemah, pastikan semua aksesori sudah dalam kondisi mati sebelum Anda meninggalkan mobil.
5. Ganti Aki Sesuai Usia Pakai
Pada umumnya, usia pakai aki mobil berkisar antara 2 hingga 3 tahun, tergantung cara penggunaan dan perawatannya.
Jika aki mulai sering menimbulkan masalah, seperti mesin sulit dinyalakan atau lampu terlihat redup, sebaiknya segera dilakukan penggantian. Langkah ini penting agar performa mobil tetap stabil dan tidak menimbulkan gangguan saat digunakan.
Jaga Perawatan Aki Mobil Anda Bersama NAWILIS
Merawat aki mobil bukan hanya soal menjaga daya listrik tetap stabil, tetapi juga memastikan seluruh sistem kendaraan bekerja dengan baik.
Aki yang sehat akan mendukung starter, pengapian, hingga berbagai komponen elektronik agar mobil selalu siap digunakan. Maka dari itu, pengecekan rutin menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Di NAWILIS, setiap pemeriksaan dilakukan dengan dukungan peralatan modern dan tenaga teknis yang berpengalaman. Tim profesional siap membantu Anda menemukan solusi terbaik, mulai dari pengecekan kondisi aki hingga penggantian bila diperlukan.
Dengan prosedur yang tepat, mobil Anda tetap terjaga performanya dan risiko gangguan mendadak bisa dihindari.
NAWILIS juga menghadirkan promo menarik berupa layanan cek aki dan ban gratis. Kesempatan ini bisa Anda manfaatkan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima tanpa biaya tambahan.
Selain itu, tersedia pula layanan lengkap seperti spooring, balancing, ganti oli, engine flush atau tune up, servis rem, hingga bubut rem. Semua layanan NAWILIS dirancang untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga keamanan berkendara.
Jangan menunggu sampai aki bermasalah di tengah perjalanan. Segera kunjungi NAWILIS terdekat, rasakan sendiri kualitas servis profesional, dan pastikan mobil Anda selalu dalam kondisi terbaik.
Baca juga: 9 Panduan Cek Mobil sebelum Mudik Agar Perjalanan Aman!

