Rack steer merupakan komponen pada sistem kemudi mobil yang berfungsi untuk menghubungkan putaran setir dengan arah gerak roda depan. Saat Anda memutar setir ke kanan atau kiri, rack steer membantu ban mobil mengikuti arah tersebut.
Kondisi rack steer harus sering dicek dan dirawat. Jika terjadi kerusakan, mobil Anda akan terasa kurang nyaman dan dapat mengganggu keselamatan berkendara. Untuk itu, pahami ciri-ciri rack steer rusak dan tips mencegahnya berikut ini!
Ciri-Ciri Rack Steer Rusak
Kerusakan rack steer memiliki tanda yang bisa Anda rasakan saat mengemudi, terutama ketika mobil melewati jalan tidak rata, berbelok, atau dikemudikan pada kecepatan tertentu. Berikut ciri-ciri rack steer rusak yang perlu Anda ketahui:
1. Setir Terasa Berat saat Diputar
Tanda rack steer rusak yang sering muncul adalah setir mobil terasa lebih berat. Hal ini biasanya terjadi saat Anda memutar setir, terutama saat parkir atau berbelok di jalan sempit.
Kondisi ini terjadi karena komponen pada sistem kemudi mulai aus, pelumasan tidak optimal, atau terdapat masalah pada bagian rack steer.
2. Muncul Bunyi Saat Setir Dibelokkan
Rack steer yang bermasalah bisa menimbulkan bunyi tidak wajar, seperti bunyi kletek, gluduk, atau berdecit saat setir diputar. Bunyi ini lebih terasa ketika mobil melewati polisi tidur, jalan berlubang, atau saat Anda membelokkan setir dalam posisi diam.
3. Setir Tidak Stabil
Setir yang tidak stabil membuat arah mobil tidak langsung mengikuti gerakan setir atau ada jeda saat setir diputar. Kondisi ini dapat membahayakan Anda, terutama saat berkendara di jalan lurus dengan kecepatan tinggi.
4. Mobil Sulit Menjaga Arah Tetap Lurus
Saat rack steer mulai rusak, arah roda bisa menjadi tidak stabil. Mobil cenderung tertarik ke kiri atau kanan meskipun setir sudah diposisikan lurus.
5. Ada Kebocoran Oli Power Steering
Pada mobil dengan sistem power steering hidrolik, rack steer yang rusak dapat ditandai dengan adanya rembesan atau tetesan oli di area bawah mobil. Jika oli power steering berkurang, setir menjadi lebih berat dan sistem kemudi tidak bekerja secara optimal.
Jika Anda mulai menemukan ciri-ciri tersebut, segera lakukan pemeriksaan pada kendaraan Anda. Cara cek rack steer rusak yang paling aman adalah dengan membawa mobil ke bengkel profesional agar kerusakan bisa dicek secara menyeluruh dan ditangani dengan tepat.
Baca juga: Sistem Penggerak Mobil: Komponen, Jenis-Jenis, dan Fungsinya
Penyebab Rack Steer Rusak
Kerusakan rack steer disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut kondisi yang bisa menyebabkan rack steer rusak:
1. Sering Melewati Jalan Rusak
Benturan dari jalan berlubang, polisi tidur tinggi, atau permukaan jalan yang tidak rata memberikan tekanan besar pada sistem kemudi. Jika terlalu sering terjadi, komponen rack steer menjadi cepat aus atau longgar.
2. Kebiasaan Memutar Setir Sampai Mentok
Memutar setir sampai mentok, terutama saat parkir, dapat menimbulkan beban berat pada sistem kemudi. Kebiasaan ini membuat komponen bekerja lebih keras dan, dalam jangka panjang, bisa mempercepat kerusakan.
3. Kurang Perawatan pada Kaki-Kaki Mobil
Rack steer bekerja bersama komponen kaki-kaki mobil seperti tie rod, ball joint, shockbreaker, dan ban. Jika bagian kaki-kaki tidak dirawat, beban kerja rack steer juga bisa meningkat. Akibatnya, sistem kemudi menjadi kurang stabil dan lebih mudah mengalami masalah.
4. Oli Power Steering Berkurang atau Kotor
Untuk mobil dengan power steering hidrolik, oli yang kurang atau kualitasnya menurun dapat membuat sistem kemudi tidak bekerja secara optimal. Gesekan yang meningkat dapat mempercepat keausan komponen rack steer.
5. Usia Pakai Komponen
Seperti komponen mobil lainnya, rack steer juga memiliki usia pakai. Semakin sering mobil digunakan, semakin besar kemungkinan komponen mengalami keausan. Hal ini memang wajar, tetapi perlu dipantau agar kerusakan tidak muncul secara tiba-tiba.
Bahaya Rack Steer Rusak
Rack steer yang rusak tidak hanya membuat mobil kurang nyaman dikendarai, tetapi juga membahayakan pengemudi dan penumpang. Berikut bahaya rack steer rusak yang tidak boleh diabaikan:
1. Mobil Sulit Dikendalikan
Rack steer yang bermasalah membuat arah roda tidak selaras dengan arah setir. Akibatnya, mobil menjadi lebih sulit dikendalikan, terutama saat berbelok, berpindah jalur, atau menghindari hambatan yang muncul tiba-tiba.
2. Risiko Kecelakaan Meningkat
Saat sistem kemudi tidak stabil, pengemudi membutuhkan respons lebih cepat untuk mengoreksi arah mobil. Jika kondisi jalan ramai atau licin, risiko kehilangan kendali bisa meningkat.
3. Ban Lebih Cepat Aus
Rack steer yang tidak berfungsi dengan baik dapat memengaruhi sudut roda. Jika posisi roda tidak presisi, permukaan ban dapat aus tidak merata. Kondisi ini membuat usia pakai ban lebih singkat dan biaya perawatan mobil bisa meningkat.
4. Kerusakan Menyebar ke Komponen Lain
Masalah pada rack steer dapat memberikan beban tambahan pada tie rod, ball joint, shockbreaker, hingga ban. Jika tidak segera diperbaiki, komponen lain pada kaki-kaki mobil juga berisiko rusak.
Baca juga: Urutan Gigi Mobil Manual & Cara Menggunakannya untuk Pemula
Tips Mencegah Terjadinya Kerusakan pada Rack Steer Mobil
Rack steer yang rusak dapat mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengemudi maupun penumpang. Berikut tips untuk mencegah kerusakan rack steer yang bisa Anda terapkan:
1. Hindari Menghantam Jalan Berlubang
Saat melewati jalan rusak, kurangi kecepatan agar benturan pada kaki-kaki mobil tidak terlalu keras. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga rack steer, shockbreaker, dan komponen kemudi lainnya tetap awet.
2. Jangan Terlalu Sering Memutar Setir Sampai Mentok
Saat parkir atau berbelok, usahakan tidak menahan setir terlalu lama dalam posisi mentok. Cara ini membantu mengurangi tekanan pada sistem kemudi, terutama pada mobil dengan power steering hidrolik.
3. Lakukan Pemeriksaan Kaki-Kaki Secara Berkala
Anda perlu melakukan pemeriksaan kaki-kaki untuk memastikan tidak ada komponen yang longgar, aus, atau mulai rusak. Dengan pemeriksaan rutin, masalah kecil dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
4. Rutin Spooring dan Balancing
Spooring dan balancing penting dilakukan untuk memastikan putaran ban tetap seimbang. Jika sudut roda tidak tepat, mobil bisa terasa tertarik ke satu sisi, setir bergetar, dan ban lebih cepat aus.
Untuk menjaga kenyamanan berkendara, Anda bisa melakukan spooring dan balancing di NAWILIS.
NAWILIS merupakan bengkel spesialis spooring dan balancing sejak tahun 1963, serta memiliki teknisi berpengalaman yang didukung peralatan modern untuk pemeriksaan kendaraan.
Pengalaman ini membuat NAWILIS menjadi salah satu rujukan bagi banyak bengkel umum dan resmi di Indonesia.
Selain layanan spooring dan balancing, NAWILIS juga menyediakan berbagai pilihan ban, oli, dan sparepart yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta budget Anda.
Tak hanya itu, sekarang Anda juga bisa menikmati promo All Service - Free Check Spooring (tanpa setting). Dengan promo ini, Anda akan memperoleh cek spooring gratis tanpa penyetelan untuk setiap servis di NAWILIS. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan roda tidak sejajar, Anda bisa melanjutkan ke layanan spooring untuk penyetelan ulang.
Agar kondisi rack steer, ban, dan kaki-kaki mobil tetap terjaga, segera kunjungi cabang NAWILIS terdekat dan lakukan pemeriksaan sebelum keluhan kecil berubah menjadi masalah yang lebih serius.
Baca juga: Rangkaian Central Lock Mobil: Fungsi, Cara Kerja, dan Penyebab Kerusakannya


